Rabu, 14 Agustus 2013

Mari Menata Ulang Pola Kehidupan Kita!

BERAPAKA usia Anda hari ini? Rasulullah pernah mengatakan, rata-rata umur ummat nya hanya seputar 60-70 tahun saja. “Umur ummatku antara 60-70 tahun. Sangat sedikit di antara mereka yang umurnya melampaui kisaran itu.” (HR. At Tirmidzi 3550, Ibnu Hibban 7/246, Ibnu Majah 4236).

Nah, sekarang, marilah kita hitung dengan matematika sederhana saja. Bisa jadi, kita diberi Allah usia sampai 70 tahun. Tetapi bisa saja tidak. Marilah kita pilih di tengah, anggap saja, kita diberita kemudahan untuk hidup pada usia 50 tahun.
50 tahun telah menghabiskan sekitar 18.250 hari atau setara dengan 458.000 jam. Itu andakan kita menggunakannya 24 jam sehari semalam penuh melakukan aktivitas. Faktanya, kebanyakan manusia membutuhkan istirahat, tidur, nonton, jalan-jalan, berbelanja, bergurau dll.

Anggap saja waktu tidur kita adalah 8 jam/hari. Maka, dalam masa 50 tahun, waktu yang telah kita habiskan untuk tidur memakan waktu 146.000 jam atau sama dengan 16 tahun 7 bulan (dibulatkan 17 tahun). Betapa sia-sianya kita menghabiskan waktu selama 17 tahun hanya untuk tidur. Selain tidur, umumnya kegiatan manusia di siang hari adalah; bekerja, belajar, mengajar makan, jalan-jalan, istirahat atau ngerumpi. Jika semua waktu itu memakan waktu 4 jam rata-rata. Maka, dalam 50 tahun waktu yang dipakai untuk istirahat,ngerumpi, jalan-jalan dll membutuhkan (18.250 hari x 4 jam) atau 73.000 jam. Ini setara dengan 8 tahun.

Jadi, selama 50 tahun itu pula kegiatan kita untuk tidur, jalan-jalan, ngerumpi, nonton, istirahat memakan waktu 17 tahun + 8 tahun atau menghabiskan waktu 25 tahun. Jika usia Anda hari ini masih 20-25 tahun, maka tinggal mengurangi 10 tahun “angka sia-sianya”. Maka, hasilnya tetaplah sama, hampir separuh masa kita telah hilang dengan sia-sia.   

Kamis, 04 Juli 2013

Jusuf Kalla Usulkan Bank Syariah di Masjid


Jusuf Kalla (JK)

Jusuf Kalla (JK)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla mengusulkan bank syariah untuk membuka cabang di masjid demi memudahkan akses ke nasabah. "Pertama, bank itu mendapat banyak nasabah. Lihat saja pada jemaah salat Jumat ada berapa. Kedua, untuk memudahkan akses mereka," katanya usai acara penyaluran dana kebajikan CIMB Niaga Syariah di Jakarta, Kamis.

Menurut Jusuf Kalla, makin banyak di antara jemaah sekaligus nasabah yang terus yang mengakses ke masjid juga akan mendatangkan keutungan bagi bank.

Ketua Palang Merah Indonesia tersebut berpendapat masjid tidak perlu membangun bank perkreditan rakyat (BPR) karena biaya yang besar dan sulit bersaing dengan bank konvensional lainnya. "Posisi BPR bikin repot dan bikin masalah. Kemudian, kalau ada yang belum bayar utang, siapa yang mau melunasi," katanya.